Kamis, 19 November 2015

Organik Sebagai Solusi Untuk Perbaikan Tanah

Pada dasarnya alam memberikan segala hal yang dibutuhkan oleh manusia, dengannya manusia dapat terpenuhi kebutuhan dari yang primer, sekunder hingga tersier sekalipun. Dalam bidang pertanian alam berkontribusi paling besar dalam produktifitas maupun keberhasilan dalam panen sekalipun. Komoditas pertanian memerlukan tanah yang baik untuk menghasilkan output yang baik pula, penggunaan media tanah pada pertanian konvensional sudah lama dilakukan bahkan sejak masa lampau akan tetapi tanah yang digunakan untuk bertani pada saat ini sudah gersang. Hal ini disebabkan karena penggunaan input-input kimia yang seringkali digunakan oleh petani dalam jumlah yang tidak sesuai dengan dosis yang disarankan seperti penggunaan pupuk atau pestisida kimia yang digunakan dalam jumlah yang besar dan dengan waktu yang berkelanjutan sehingga mengakitbatkan tanah yang dulunya subur menjadi gersang. Yah walau kita tahu bahwa pupuk kimia menghasilkan efek yang sangat signifikan pada output suatu komoditas tersebut akan tetapi input yang berbahan dasar 'kimia' ibarat bom waktu yang  siap untuk meledak kapanpun dia mau. Apabila dilihat dari aspek ekonomi maka penghasilan petani juga akan menurun hal ini disebabkan karena biaya input lebih besar daripada penerimaan yang diterima yang akhirnya dampak terbesar tidak dialami oleh konsumen akan tetapi dirasakan oleh petani itu sendiri.
Tanah Gersang




Dengan makin luasnya lahan yang makin gersang bisa dibayangkan berapa juta ton bahan pangan yang makin tidak tersedia oleh hal itu apalagi dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang ada di dunia semakin memperparah keadaan tersebut. Dengan hal itu maka kita dapat mengerti bahwa tanah memegang peranan penting dalam pertanian. FAO ( Food and Agriculture Organization) mengeluarkan pernyataan bahwa kitalah yang bergantung pada tanah hal ini didasari oleh 6 aspek yaitu :   1. Tanah yang sehat adalah dasar dari produksi makanan yang sehat.
            2. Tanah adalah aspek utama untuk mengatur bahan pangan, bahan bakar serta obat-obatan.
            3. Tanah mendukung biodiversitas planet kita.
            4. Tanah membantu memerangi perubahan iklim dengan memegang peranan kunci yaitu sik-
                 lus karbon.
            5. Tanah berfungsi untuk menyimpan dan memfilter air.
            6. Tanah adalah sumberdaya yang tidak dapat diperbarui dan hal itu bertanggung jawab akan
                 kehidupan manusia di masa yang akan datang.

Dengan hal itu maka penggunaan input sangatlah disarankan bahkan diwajibkan untuk memperbaiki struktur dan tekstur tanah yang sudah gersang sehingga diharapkan kesuburan tanah dapat dikembalikan. Adapun caranya adalah dengan memberikan input-input organik seperti pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hijau serta menggunakan pestisida organik yang dapat dibuat dari dedaunan yang pahit seperti daun pepaya atau cabai yang memberikan rasa panas pada hama sehingga pertumbuhannya dapat ditekan. Adapun cara yang lain adalah dengan menggunakan metode legume cover crop, metode ini menggunakan tanaman legume (kacang-kacangan) untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah kelebihan dari tanaman legume adalah akarnya yang memiliki bakteri rhizobium yang berfungsi mengfiksasi nitrogen bebas yang ada di udara yang kemudian diikat ditanah, hal inilah yang menyebabkan tanah menjadi lebih subur karena itu tidak jarang petani menanam tanaman legume terlebih dahulu sebelum menanam komoditas yang diinginkan. Penggunaan input organik sangat menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang, memang dalam jangka waktu pendek hasilnya belum terasa akan tetapi dalam jangka waktu yang panjang bahkan pemupukan tidak perlu dilakukan lagi karena tanah sudah subur dan produktifitasnya tinggi kembali sehingga akan sangat menguntungkan dengan pemikiran pertanian berlanjut sehingga generasi yang sekarang tidak akan mewariskan tanah yang gersang untuk generasi berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar